Pagi itu hampir sama seperti pagi hari biasanya, hampir
tidak ada yang berbeda, kicauan burung bagaikan musik wajib dipagi hari, udara
segar yang hanya bisa dirasakan dipagi hari, hanya saja hari ini adalah hari
pertama gue menjadi siswa SMA.
Jam sudah menunjukan pukul 6 dan gue pun masih terbaring
di tempat tidur kesayangan gue, ya rasanya berat banget untuk bangun dipagi
hari setelah libur panjang. “Riq, bangun udah jam 6. Mau bareng kakak ga berangkat sekolahnya...” ya teriakan khas dari kakak gue dipagi hari yang juga selalu
menghiasi pagi hari. “Iya, ini Ariq udah bangun” teriak gue membalas
teriakannya sambil segera bergegas bersiap-siap untuk berangkat sekolah.
Seperti biasa, gue sekeluarga kumpul dimeja makan untuk
sarapan, dan seperti biasa juga kakak gue selalu tiba dimeja makan setelah gue
udah selesai sarapan karena ritual
wajibnya di setiap pagi supaya keliatan lebih cantik dan akhirnyapun gue yang
harus nunggu dia untuk menghabiskan sarapannya.
“pelan-pelan banget sih kak makannya , Ariq nungguin nih”
ucap gue dengan nada sedikit kesal.
“sabar dong dek, biar kakak habisin sarapan kakak dulu”
gue sedikit kesal mendengar ucapan mama yang selalu ngebelain kakak.
“Iya ini kakak udah selesai kok, yaudah ayok berangkat”
“Ma, pah, Ariq berangkat sekolah dulu yaa”
“Iya mama, papah, Laura juga pamit ya”
“Iyaa, hati-hati ya kalian” ucap mama menjawab salam kami
berdua...
“Jangan bikin masalah lagi ya riq disekolah” gue pun
hanya mengangguk saja mendengar ucapan ayah, ya karena gue emang orang yang
paling sering bikin masalah karena sering berantem disekolah sampe-sampe pas
smp orang tua gue sering banget dipanggil kesekolah ya walaupun bukan gue yang
salah.
Jalanan dipagi hari sudah sedikit macet, ya karena ini
sudah hari pertama masuk setelah liburan jadi banyak yang berangkat kesekolah
dan berangkat kekantor, untung aja gue 1 sekolah sama kakak gue jadi gaperlu
nganterin dia kesekolahnya dulu.
Di hari pertama gue sekolah di SMA, gue harap kehidupan
gue bisa lebih berwarna dan bertemu dengan teman-teman yang bisa akrab sama
gue.
Setiba disekolah “Kakak langsung ke kelas ya, tuh banyak
murid baru, coba untuk berbaur dengan mereka” ucapnya sambil melangkah turun
dari motor dan langung menuju ke kelasnya dan gue pun harus parkirin ini motor,
gue liat sekitar gue ya semuanya terlihat asing dan tidak ada wajah yang gue
kenal, temen deket gue di SMP tidak ada yang masuk di SMA ini jadi gue hanya
menyendiri dan gue sudah biasa dengan kesendirian ini dan bahkan menikmatinya.
“Kepada para siswa dan siswi baru, segera untuk berkumpul
dilapangan untuk diadakan pengarahan, terima kasih...” terdengar suara dari
speaker dan kami pun segera menuju lapangan untuk berbaris.
Dibarisan, gue berbaris hampir dipaling belakang, ya
karena badan gue yang cukup tinggi dan gue juga ga terlalu suka baris di depan. Gue
lihat sekitar gue udah pada punya temen ngobrol masing-masing, gue ingin
memulai pembicaraan tapi gue bingung harus mulai ke siapa dan harus berkata apa
dan gue juga males melakukan sesuatu yang percuma dan akhirnya gue pun
melanjutkan kesendirian ini.
“Selamat untuk para siswa dan siswi baru yang sudah
diterima disekolah ini dan terima kasih sudah memilih sekolah ini...” ucap guru
pembimbing menggunakan speaker dari depan, ya gue pun ga terlalu fokus pada
ucapan guru tersebut karena menurut gue setiap pidato itu pasti intiinya sama
saja, salam pembuka, isi, penutup, ga ada yang spesial dari itu dan guepun
hanya asik melihat-lihat sekitar.
“Sekian pesan dari bapak, dan terima kasih semoga kalian
senang bisa mengenyam pendidikan disekolah ini...” setelah berdiri setengah jam
lebih, akhirnya selesai juga itu pidato, gue lihat sekitar gue juga udah pada
mulai gelisah, ternyata bukan gue doang yang ngerasa ini tuh membosankan dan
akhirnya gue bergegas mencari kantin untuk membeli minuman.
Setelah keliling-keliling mengitari hampir 1 sekolahan,
akhirnya ketemu juga nih kantin. Setiba dikantin gue pun mencari tukang yang
jual minuman dan segera menghampirinya, ternyata antriannya cukup panjang ya,
supaya cepat gue hanya membuka kulkas dan mengambil susu ultra rasa cokelat .
“Mbak, susu Ultranya 1 berapa?”
“susu Ultra harganya 5000”
“ohh okey, nih uangnya” gue memberi uang pas dan segera
bergegas pergi dari kantin yang penuh sesak itu.
Setelah dari kantin, gue kembali mengitari sekolah untuk
mencari kelas baru gue, ya gue enggan bertanya karena gue bingung mau bertanya
kesiapa dan gue menganggap ini sebagai tour keliling sekolah dan gue
menikmatinya.
“Dek, boleh kenalan gaa?” seorang senior bersama
teman-temannya sedang ngegodain juniornya sambil ketawa-tawa, ya gue rasa itu wajar
ajalah karena gue liat juniornya cantik juga, tapi semakin diperhatiin kayaknya
muka cewek itu kayak gasuka, pengen nolak dan pergi tapi kayak ketakutan gitu.
Gue pun langsung menghampiri mereka, “jangan mentang-mentang senior lo bisa
seenaknya ke murid baru” gue mendaratkan pukulan diwajah senior yang paling
depan dan senior itu langsung terjatuh, melihat temannya dipukul, mereka pun
ikutan ngelawan gue dan akhirnya terjadi perkelahian disitu. Tanpa gue sadari
ternyata kita sudah dikelilingi banyak orang, semuanya hanya menyaksikan kami berkelahi
sampai ada seorang guru datang mencoba meleraikan kami.
Karena perkelahian itu, akhirnya gue dan 3 orang senior
itu dipanggil ke ruang kepala sekolah, dan karena banyak saksi yang bilang
guelah yang memulai perkelahian akhirnya gue di skors 1 minggu dan karena
senior itu juga terlibat perkelahian mereka juga diskors selama 3 hari, ya
keputusan sudah ditentukan dan gue juga berfikir untuk apa membela diri karena
itu juga pasti ga akan ada gunanya.
Hari pertama gue di SMA yang gue kira bakal berbeda
dengan hari-hari sebelumnya, ternyata sama saja, tidak ada sesuatu yang
membuatku merasa berbeda pada hari ini.

Berkomentarlah yang relevan dan hindari melakukan SPAM.
Jika ada pertanyaan bisa kontak kita melalui halaman "contact"