Sabtu, 04 Juli 2015

Ingin Selalu Bersamamu Part 1 : Sekolah Baruku



Part 1 : Sekolah Baruku


Pagi itu hampir sama seperti pagi hari biasanya, hampir tidak ada yang berbeda, kicauan burung bagaikan musik wajib dipagi hari, udara segar yang hanya bisa dirasakan dipagi hari, hanya saja hari ini adalah hari pertama gue menjadi siswa SMA.

Jam sudah menunjukan pukul 6 dan gue pun masih terbaring di tempat tidur kesayangan gue, ya rasanya berat banget untuk bangun dipagi hari setelah libur panjang. “Riq, bangun udah jam 6. Mau bareng kakak ga berangkat sekolahnya...” ya teriakan khas dari kakak gue dipagi hari yang juga selalu menghiasi pagi hari. “Iya, ini Ariq udah bangun” teriak gue membalas teriakannya sambil segera bergegas bersiap-siap untuk berangkat sekolah.

Seperti biasa, gue sekeluarga kumpul dimeja makan untuk sarapan, dan seperti biasa juga kakak gue selalu tiba dimeja makan setelah gue udah selesai sarapan  karena ritual wajibnya di setiap pagi supaya keliatan lebih cantik dan akhirnyapun gue yang harus nunggu dia untuk menghabiskan sarapannya.

“pelan-pelan banget sih kak makannya , Ariq nungguin nih” ucap gue dengan nada sedikit kesal.

“sabar dong dek, biar kakak habisin sarapan kakak dulu” gue sedikit kesal mendengar ucapan mama yang selalu ngebelain kakak.

“Iya ini kakak udah selesai kok, yaudah ayok berangkat”

“Ma, pah, Ariq berangkat sekolah dulu yaa”

“Iya mama, papah, Laura juga pamit ya”

“Iyaa, hati-hati ya kalian” ucap mama menjawab salam kami berdua...

“Jangan bikin masalah lagi ya riq disekolah” gue pun hanya mengangguk saja mendengar ucapan ayah, ya karena gue emang orang yang paling sering bikin masalah karena sering berantem disekolah sampe-sampe pas smp orang tua gue sering banget dipanggil kesekolah ya walaupun bukan gue yang salah.

Jalanan dipagi hari sudah sedikit macet, ya karena ini sudah hari pertama masuk setelah liburan jadi banyak yang berangkat kesekolah dan berangkat kekantor, untung aja gue 1 sekolah sama kakak gue jadi gaperlu nganterin dia kesekolahnya dulu.

Di hari pertama gue sekolah di SMA, gue harap kehidupan gue bisa lebih berwarna dan bertemu dengan teman-teman yang bisa akrab sama gue.

Setiba disekolah “Kakak langsung ke kelas ya, tuh banyak murid baru, coba untuk berbaur dengan mereka” ucapnya sambil melangkah turun dari motor dan langung menuju ke kelasnya dan gue pun harus parkirin ini motor, gue liat sekitar gue ya semuanya terlihat asing dan tidak ada wajah yang gue kenal, temen deket gue di SMP tidak ada yang masuk di SMA ini jadi gue hanya menyendiri dan gue sudah biasa dengan kesendirian ini dan bahkan menikmatinya.

“Kepada para siswa dan siswi baru, segera untuk berkumpul dilapangan untuk diadakan pengarahan, terima kasih...” terdengar suara dari speaker dan kami pun segera menuju lapangan untuk berbaris.

Dibarisan, gue berbaris hampir dipaling belakang, ya karena badan gue yang cukup tinggi dan gue juga ga terlalu suka baris di depan. Gue lihat sekitar gue udah pada punya temen ngobrol masing-masing, gue ingin memulai pembicaraan tapi gue bingung harus mulai ke siapa dan harus berkata apa dan gue juga males melakukan sesuatu yang percuma dan akhirnya gue pun melanjutkan kesendirian ini.

“Selamat untuk para siswa dan siswi baru yang sudah diterima disekolah ini dan terima kasih sudah memilih sekolah ini...” ucap guru pembimbing menggunakan speaker dari depan, ya gue pun ga terlalu fokus pada ucapan guru tersebut karena menurut gue setiap pidato itu pasti intiinya sama saja, salam pembuka, isi, penutup, ga ada yang spesial dari itu dan guepun hanya asik melihat-lihat sekitar.
 
“Sekian pesan dari bapak, dan terima kasih semoga kalian senang bisa mengenyam pendidikan disekolah ini...” setelah berdiri setengah jam lebih, akhirnya selesai juga itu pidato, gue lihat sekitar gue juga udah pada mulai gelisah, ternyata bukan gue doang yang ngerasa ini tuh membosankan dan akhirnya gue bergegas mencari kantin untuk membeli minuman.

Setelah keliling-keliling mengitari hampir 1 sekolahan, akhirnya ketemu juga nih kantin. Setiba dikantin gue pun mencari tukang yang jual minuman dan segera menghampirinya, ternyata antriannya cukup panjang ya, supaya cepat gue hanya membuka kulkas dan mengambil susu ultra rasa cokelat .

“Mbak, susu Ultranya 1 berapa?”

“susu Ultra harganya 5000”

“ohh okey, nih uangnya” gue memberi uang pas dan segera bergegas pergi dari kantin yang penuh sesak itu.

Setelah dari kantin, gue kembali mengitari sekolah untuk mencari kelas baru gue, ya gue enggan bertanya karena gue bingung mau bertanya kesiapa dan gue menganggap ini sebagai tour keliling sekolah dan gue menikmatinya.

“Dek, boleh kenalan gaa?” seorang senior bersama teman-temannya sedang ngegodain juniornya sambil ketawa-tawa, ya gue rasa itu wajar ajalah karena gue liat juniornya cantik juga, tapi semakin diperhatiin kayaknya muka cewek itu kayak gasuka, pengen nolak dan pergi tapi kayak ketakutan gitu. Gue pun langsung menghampiri mereka, “jangan mentang-mentang senior lo bisa seenaknya ke murid baru” gue mendaratkan pukulan diwajah senior yang paling depan dan senior itu langsung terjatuh, melihat temannya dipukul, mereka pun ikutan ngelawan gue dan akhirnya terjadi perkelahian disitu. Tanpa gue sadari ternyata kita sudah dikelilingi banyak orang, semuanya hanya menyaksikan kami berkelahi sampai ada seorang guru datang mencoba meleraikan kami.

Karena perkelahian itu, akhirnya gue dan 3 orang senior itu dipanggil ke ruang kepala sekolah, dan karena banyak saksi yang bilang guelah yang memulai perkelahian akhirnya gue di skors 1 minggu dan karena senior itu juga terlibat perkelahian mereka juga diskors selama 3 hari, ya keputusan sudah ditentukan dan gue juga berfikir untuk apa membela diri karena itu juga pasti ga akan ada gunanya.

Hari pertama gue di SMA yang gue kira bakal berbeda dengan hari-hari sebelumnya, ternyata sama saja, tidak ada sesuatu yang membuatku merasa berbeda pada hari ini.

Berkomentarlah yang relevan dan hindari melakukan SPAM.
Jika ada pertanyaan bisa kontak kita melalui halaman "contact"